Ibuku Super Hero Ku..

Terlahir bukan di keluarga yang berada bahkan bisa dikatakan kekurangan, kedua orang tuaku tidak mempunyai pekerjaan tetap. Ibu yang berdagang Kue dan Bapak yang buruh.

Teringat akan masa kecil dimana aku baru memiliki satu adik perempuan bernama Siti Rachayati saat itu jarak kami hanya berbeda 3 thn saja. Pada saat itu aku duduk di kelas 1SD dan adik ku belum sekolah. Aku merasakan kebahagiaan layanknya anak anak lain yang mempunyai keluarga lengkap, setiap minggu bapak membelikan kami susu Dancow dan hampir setiap minggu aku di belikan ice cream.

Betapa bahagianya aku dan adik ku kala itu, walau rumah kami masih ngontrak dan tidak bagus tapi aku merasa bahagia karena ada kehangatan keluarga disana.
Waktu terus berjalan, hari terus berganti, tahun terus berlalu, sampai 1saat adik perempuan kedua ku lahir di tahun 2002 yang bernama Septi Nur Rahmi dan disinilah mulai kehidupan yang berbeda jauh lebih menurun dari segi keuangan dan keharmonisan keluarga.

Disini Ibu yang mengambil peran lebih banyak di bandingkan dengan Bapak ku, puncaknya saat aku berada di kelas 3 SMP dan mau menginjak bangku SMK. Pada saat itu aku tidak berhasil masuk SMK Negeri yang aku incar dulu alhasil aku masuk sekolah SMK di Daerah pinggiran Jakarta Selatan. Dalam kondisi ini aku sangat menyesal kenapa tidak bisa masuk SMK negeri tapi ibu menenangkan ku dan dengan kayakinan dia menguatkanku untuk percaya dan tegar.

Masuk ajaran baru dimana biaya mulai berdatangan dari Mid Semester, Semester, Praktik dan kegiatan sekolah lainnya dan ibu yang lebih mengambil bagian untuk ini bisa di bilang hampir semua biaya ibu yang menanggungnya dan semuanya tepat waktu untuk membayarnya agar anaknya bisa mengikuti Ujian.

Setahun berlalu dan naik ke semester 3 atau kelas XI di SMK aku mulai berdagang Risoles dan Roti Goreng yang laris manis di sekolah untuk membantu ibu dan ibu saat itu tidak berdagang sore, karena waktu aku kelas 1 SMK ibu berdagang 2 kali sehari.. Sedikit ringan hati ini karena ibu tidak perlu 2 kali berdagang cukup 1 kali saja, aku serta adik ku Siti yang membawa makanan kesekolah dan setiap hari sekitar 80.000 – 100.000 aku pegang saat itu Alhamdulillah sekali aku pada saat itu dimana sedang banyaknya pengeluaran ada masukan tambahan yang kami dapati walau tidak bisa menutup tapi setidaknya membantu keluarga kami.

Saat itu hubungan Ibu dan Bapak tidak harmonis lagi sejak lama maka dari itu kami sebagai anak mencoba mengerti kondisi tersebut, dan alhamdulillah itu sangat membantu kami. Sayang saat kelas XII aku tidak melanjutkannya karena 1 dan lain hal, sangat terasa saat sudah tidak berjualan karena pemasukan berkurang tapi tetap saja Ibu tegar manjalaninya demi anak-anaknya tetap lanjut sekolah dan hasilnya aku Lulus dengan nilai yang aku dapat sendiri tanpa ada contekan sana sini, nilai yang cukup memuaskan untuk ku 🙂

Saat di wisuda pun aku sangat senang karena itu pertama kali aku di wisuda dan semoga itu bukan wisuda pertama dan terakhir tapi akan ada wisuda selanjutnya yang lengkap juga dengan Bapak ku 🙂

Betapa besar perjuangan ibu untuk aku dapat terus lanjut mengenyam pendidikan dan sampai saat ini pun ibu masih harus menanggung bebannya. Aku berharap agar aku bisa segera membantu ibu dan membebaskan ibu dari bebannya saat ini. Semoga jerih payah Ibu Allah gantikan yang terbaik untuk ibu dan keluarga ku.

Semoga anak mu ini bisa membahagiakan, membuat prestasi yang bisa membanggakan Ibu dan juga keluarga besar ku serta orang orang di sekelilingku, Ibu begitu besar pengorbanan mu kepada kami anak anak mu. Aku yakin semua ini sudah di atur oleh Allah dan Dia punya skenario yang terbaik untuk kita Bu.

Always Loving You So Much Bu :*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s