Labaran Yang Dulu dan Lebaran Sekarang

Lebaran

Setelah berpuasa satu bulan lamanya di Bulan Ramadhan sampailah kepada hari yang fitri, 1 Syawal di bulan Agustus ini. Di mana setiap insan menyambutnya dengan riang gembira yang bercampur rasa sedih karena bulan Ramadhan yang penuh Ampunan telah berlalu.

Saat lebaran tiba semua orang mempersiapkan makanan khas lebaran seperti ketupat sayur, opor ayam, dan menu khas keluarga masing masing. Sama halnya seperti di keluarga ku menu khas saat lebaran itu lontong daun dan ketupat untuk sayurnya sayur ketupat biasa di tambah opor ayam dan bebek rica-rica kesukaan keluarga.

Kegiatan saat hari Raya Idul Fitri adalah Sholat Idul Fitri di Masjid atau Mushola sekitar seperti biasa di lanjukan dengan ber maaf maafan ke sanak saudara dan tak luput juga kepada tetangga sekitar lingkungan.

Ada hal unik di RT ku yang aku suka saat menelang lebaran dan lebarannya. Saat malam takbiran bapak-bapak dari para keluarga berkumpul di Pos RT untuk bersama sama mengirimkan do’a kepada keluarga para warga yang sudah almarhumah.. Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak RT ini berdiri.

Ada lagi hal yang satu lagi yaitu halal bihalal di RT ku. Jadi setelah solat idul fitri semua warga berkumpul di Pos RT dan kami berbaris dan bersalam salaman saling memaafkan di sana jadi semua keluarga bisa bertemu dengan warga lainnya, setelah itu baru para warga keliling ke sanak sudara mereka.

Tadi itu sedikit rutinitas saat lebaran, nah kalau saat lebaran ini aku ingat satu moment saat masih bersama keluarga lengkap Bapak, Ibu, dan kedua adik ku. Saat Lebaran tiba Bapak yang paling semangat mengajak semua anak-anaknya untuk pergi ke semua sanak saudara Bapak yang berada di daerah Kebayoran, semua berkumpul di sana.. Jarak yang jauh tak membuat Bapak capek untuk menggendonh ku atau adik saat kami capek berjalan. Semua sangat terasa menyenangkan apalagi saat itu banyak dapat hadiah dari para saudara dan banyak makanan juga yang enak enak hehehe.

Jadi ingat waktu kecil itu kalau dapet uang dari sudara-sudara ajak Mama dan Bapak ke pasar malam untuk naik kincir angin, gelombang obak dan kawan kawan yang ada disana.. Semua begitu indah dan menyenangkan 🙂

Sama seperti kejadian tadi sore, adik ku yang kecil mengajak aku kesana untuk sekedar bermain permainan di Dufan itu versi pasar malam, terlihat sangat senang raut wajah adik ku. Rasanya senang bisa melihat adik ku senang juga. Sayang aku tak bisa merekam kebahagian itu di karenakan hape sedang aku charge.

Bahagia saat melihat semua keluarga berkumpul bersama dan melakukan kegiatan bersama dengan penuh ke romantisan di keluarga. Dan saat itulah yang sangat berharga di banding hari apa pun 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s