Menurunkan Payung

Mungkin saat ini gua masih dalam posisi memayungi seseorang yang entah kenapa gua bisa suka sama dia dan memutuskan untuk membuka payung serta memayunginya.

Entah datang dari planet mana perasaan itu, mungkin dari planetnya P.K atau dari asalnya Do Ming Juun? Yang pasti persaan itu ga diminta datang dan dia datang nggak pake namanya ketuk pintu apalagi assalamu’alaikum. Menerobos tanpa diketahui.

Waktu dan pertemuan yang membuat gua bisa sampe jatuh kebawa perasaan dan buka payung tanpa gua sadari.

“cinta datang karena terbiasa”

Gua setuju sama kata-kata ini. Semakin sering ketemu semakin banyak interaksi bersama maka akan ada benih benih cinta yang datang apalagi jika kehadiran pria tersebut seakan menjadi pelengkap adanya kamu didunia (halah lebay) tapi ini serius lho. Seakan dia itu sudah melengkapi puzzle yang telah hilang beberapa waktu yang lalu. Sama kayak yang gua rasain ke Dia, pelengkapnya gua.

Sebenernya dalam penantian lama itu segala resah gelisah muncul dalam hati, hingga pertanyaan Apakah dia jodoh gua? Apakah dia emang bisa jadi imam yang baik buat gua? Apa gua bisa jadi madrasah untuk anak kita jika kita bersama?? Pertanyaan ini akan sering muncul ketika gua udah mulai serius suka sama pria yang dimaksud diatas. karena dalam memori gua ada satu kejadian yang bisa bikin gua masih belum yakin sama pernikahan tapi gua nggak mau kalau sendiri terus.

Sebelumnya gua pernah cerita di buku semedi mas BrilI Agung tentang Mas Ganteng, sosok pria yang gua suka sampe segitunya di zaman dahulu. Dimana kami dekat sampe gua ngerasa dia udah klik sama gua dan sebaliknya, sampe satu moment gua coba ungkapin lewat kata kata yang gua kirim via sms, dan ini pertama kalinya gua ungkapin perasaan dan dia bilang “aku deket sama kamu dan perhatian sama kamu sebatas kaka dan adek”  Jleb ya? Gua yakin ada beberapa orang yang kisah cintanya mirip sama yang ini 😁

Dari kejadian ini gua memutuskan insyaf dan hijrah ke kehidupan baru. Bener bener baru.

Tanpa mau liat kejadian kamaren. Setelah lama gua ga ngerasain yang namanya berbunga dalam hati. Kali ini gua merasakan hal itu, dengan perasaan tanpa sisa kemarin, pemikiran berbeda tentang pasangan hidup sampai apa arti penikahan sendiri. Jauh lebih baik menurut gua dari dua tahun lalu.

Tapi rasa resah itu muncul dan pertanyaan besar buat gua, apa dia juga punya perasaan yang sama?? Mencoba mencari tahu beberapa informasi dari berbagai nara sumber yang terpercaya, akhirnya gua menemukan satu jawaban bahwa dia sudah NOT AVAILABLE. Dia sedang memayungI seseorang, dan gua disini memayunginya. Nggak ketemu lagi sih ini.

Gua sadat banget padahal kalau susah diposisi ino tuh udah rumit. Nggak bisa di otak atik sama manusia, cuman allah yang bisa merubahnya. Meski gua memutuskan untuk MENURUNKAN dan MENUTUP payung tapi tetep aja, gua masih terpesona sama dia dan terus nyebut dia dalam setiap do’a. Entah antara dia engeh atau engga sama perasaan gua tapi nyatanya gua masih memayungi dia sampai saat ini.

Dalam setiap do’a itupun terlampir meminta yang terbaik meski dia atau bukan orangnya dan siapaun nanti yang jadi Pangeran Surga untuk ku aku yakin itulah yang terbaik dari Allah.

Jan, 15 2015

Iklan

2 thoughts on “Menurunkan Payung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s