Manusia bisa apa?

Rintik hujan sudah mulai keluar dari peraduannya  sejak pagi hari, rata membasahi salah satu lantai bumi.

Dering hape mulai berbunyi sejak pukul 03:50 menandakan saatnya aku untuk bangun dari tidur. Akupun segara membuka mata, menoleh pada salah satu sudut kamar berwarna putih yang dihiasi oleh jam dinding berbentuk kepala panda lengkap dengan kuping dan matanya yang berwarna hitam.

Karena hari kemarin cukup padat pekerjaan yang ku lakukan, rasanya badan ini masih ingin terus berpelukan dengan kasur dan mata ini pun terasa ada lem yang melekat.

Tapi tak bisa seperti ini, waktu subuh tak panjang akupun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan mengambil air wudhu. Sentuhan air pagi hari membuat tubuh ini seperti mendapat tegangan listrik, mata yang tadinya terasa amat berat untuk terbuka seketika terbelalak begitu saja.

Tak terasa langit mentari sudah mulai muncul dari peraduannya. Kaki ini mulai berjalan menuju sebuah perumahan yang begitu sunyi, tak banyak lalu lalang kendaraan. Hanya ada beberapa orang yang barlalu lalang, inilah tempat ku biasa berolahraga. Kurang lebih selama dua puluh menit berlari sebelum aku memulai pekerjaan yang lainnya.

Karena aku bermesin kecerdasan Sensing maka menaikan kreatifitas dimulai dengan berolahraga. Setelah dua puluh menit berlalu tak lama akupun segera melaju ke rumah yang lokasinya tepat di belakang komplek. Belum ada lima menit kaki ini berpijak dalam rumah tiba-tiba hujan turun begitu derasnya.

Hanya diam menatap ke arah luar. Sedikit kecewa dengan keadaan yang terjadi karena tiba-tiba datang hujan. Sebetulnya aku sudah membuat todo list pekerjaan yang hari ini harus aku penuhi semua. Mulai dari ke warung sembako dekat rumah untuk memberi telor, ke toko bahan kue langganan, mencari packaging, sampai ke supermaket tempat aku mencari cream. Semua lengkap sudah aku kubuatkan catatannya.

Batin ini sedikit gelisah karena hujan turun begitu deras, ingin berangkat akupun ragu karena begitu deras membasahi bumi. Padahal aku setidaknya harus mengumpulkan semua barang itu senin malam.

Dua jam berlalu hujan pun belum reda hingga adzan zuhur pun datang. Akhirnya aku putuskan untuk ke toko bahan kue terlebih dahulu karena lebih dekat, walau sebenarnya toko sembako lebih dekat tapi sayang sedang tutup pada siang itu.

Bermodalkan mantel biru tua dan helm aku melangkah perlahan melintasi ruas jalan raya. Rasa dinginnya hari menusuk sampai ke tulang, anginnya begitu tajam.

Demi tercoret semua todo list yang aku buat. Tapi apa daya setelah satu tempat terlewati air dari langit ini semakin menjadi jadi, tak ada kesempatan untuk melanjutkan pejalanan ke tempat pada siang itu. Akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak di rumah bersama Ibu dan adikku.

Jam perlahan silih berganti tak disangka saat aku melihatnya sudah pukul 20:00 dan hujan masih menemaeni hari ini. Dan todo list ku baru tercoret satu, hanya dapat menarik nafasan menatap kertas putih yang berada ditangan kanan.

Ada satu pelajaran yang aku ambil hari ini. Begitu keras manusia merencakan sesuatu tapi tetap hanya Allah lah yang dengan sangat mudah melakukan apa yang dikehendaki olehNya. Mutlak tak ada yang dapat di ganggu gugat.

Rencana hari ini gagal karena hujan yang tak kunjung reda dari pagi hingga malam hari. Dan manusia dapat apa? Tak dapat berbuat apa apa, begitu lemah dan tak berdaya. Sungguh Allah itu maha kaya dan maha memilikI segalanya.

Alhasil semua pekerjaan hari ini di kerjaan keesokan hari, dimana sudah ada banyak jadwal dan pekerjaan hari esok tiga kali lebih ekstra mengerjakannya. Mari mengerjakan PR malam ini.

Catatan tukang kue,
Jan 11, 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s