Seperti Chocolava

C+
Chocolava

Coklat..
Apa yang kamu bayangkan ketika mendengar kata coklat?

Ehm, yang aku bayangkan adalah rasanya yang khas yaitu pahit dengan aroma yang sangat menenangkan. Sangat nikmat apabila aku padukan dengan susu evaporasi dan kemudian menjadi sebuah minuman yang menemani dikala suhu sedang dingin. Nikmat.

Dengan menjadi minuman saja aku sudah terlena dibuatnya. Dan masih ada segudang cara untuk mengolah coklat menjadi sesuatu yang sangat nikmat untuk diolah menjadi sebuah sajian yang lezat bin nikmat.

Dari kemarin malam hujan tak kunjung reda hingga sore hari tadi. Berteman baik dengan bumi, yang terus bersamaan.

Pikiranku melayang pada sebuah memory masalalu yang terus mengganggu pikiran ini. Pada saat dimana awal aku mulai mengolah coklat menjadi sebuah makanan yang sangat aku sukai. Chocolava namanya. Bukan, ini bukan untuk mempromosikan si chocolava tapi aku hanya ingin berbagi tentang olahan coklat yang aku sangat sukai.

Hari itu aku pulang kerja dari sebuah retail besar di Indonesia tempatku bekerja tepat saat aku baru saja habis gajian, ya karena ini adalah akhir bulan. Aku menuju sebuah toko roti besar yang sangat khas dengan sajian rotinya yang sangaaaat lezat, toko ini khas dengan warna coklat dan cream yang seragam karyawannya mengenakan rok pendek dan topi yang dikenakan.

Aku selalu menghampiri toko ini saat akhir bulan tiba. Tak sabar rasanya melahap satu persatu roti yang ada disana. Mencium aromanya saja aku tak sabar menyerbu, mengambil nampan putih yang ada disudut toko dan alat pengambil roti. Ada salah satu roti yang sangat aku sukai, yaitu cake vanilla yang diisi dngan coklat filling seperti ice cream. Roti ini tak pernah lepas dari kantong belanja ku di tambah dengan roti susu yang dua kali lipat dari roti kesukaanku.

Hari ini mengingatkan ku akan toko roti itu, toko dimana aku sangat menyukai produknya dan dimana aku juga terinspirasi untuk membuat toko kue dan roti halal yang dapat dinikmati oleh siapapun. Saat ini dimana aku mulai membuat kue sangat aku tekankan untuk memakai bahan kue yang halal dan juga baru, karena ini sangat berpengaruh terhadap kue.

Dari beberapa kue yang aku buat aku mengambil satu pelajaran dari proses pembuatan chocolava. Chocolava ini aku bilang proses pembuatannya begitu mudah dibandingkan cake in jar ataupun batik roll cake yang ku buat tapi chocolava memiliki keistimewaan sendiri.

Memanggang chocolava cukup dengan sepuluh menit sepuluh menit lebih cepat ketimbang pembuatan cake in jar. Tapi jika panas api terlalu panas akan membuat lava didalam cake ini mengeras dan apabila terlalu rendah suhu oven maka cake ini tidak akan ada lava yanh keluar dari chocolava. Spesial sekali pembuatannya.

Aku mengibaratkannya seperti sesuatu hal lakukanlah pada takaran yang pas, tak berlebihan dimana semuanya tak ada yang berlebihan atau kekurangan. Tetapi tetaplah melakukan yang terbaik untuk hasil yang terbaik juga.

Catatan tukang kue,
Apriliah Rahma

Iklan

4 thoughts on “Seperti Chocolava

  1. Kereeen, ma. Pasti lebih kece lagi kalau dikasih real pic chocolava buatan rahma *dan pasti bikin perut keroncongan, fiuhh* btw aku suka banget coklat, ma *kedip-kedip* #kodekeras

  2. Kereen, ma. Pasti lebih kece lagi kalau dikasih real pic chocolava buatan rahma *dan pasti bikin perut keroncongan, fiuhh* btw aku suka banget coklat, ma *kedip-kedip* #kodekeras

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s