Whisk dan Serbet

Sebuah percakapan tentang Whisk dan Serbet.

Dari sudut ruangan bernama dapur, didalamnya terdengar riuh ada yang sedang bercakap.

Whisk: “Hai serbet wangi sekali lo, tercium hingga seisi ruangan”

Serbet: “Sungguh? Kemarin baru saja Gadis itu mencuci aku dengan tangannya yang sakti”

Whisk: “Lo sudah siap tempur kembali Bet? Bergulat bersama adonan cokelat, telur, terigu dan susu?”

Serbet: “Jelas aku sudah siap, karena aku ingin menemani sang Gadis dalam berkarya. Romantis ya whisk?

Whisk: Iya so romantis lo, tapi lo bener. Gue setuju kalau lo bilang mau nemenin sang Gadis berkarya. Gua juga ah, mau nemenin dia berjuang. Gua uda siap dilumurin ke cokelat yang dilelehin bareng mentega di atas panasnya didihan air.

Serbet: “Ya sama aku juga, mau banget nemenin. Walau aku dijadiin pelampiasan saat tangan dia penuh dengan banyakya noda. Noda yang susah untuk dilepasin dari badan aku.

Whisk: “Oke baiklah, kita ikrarkan mulai hari ini akan membantu Gadis dengan sekuat tenaga.”

Kemudian ruangan kembali hening..

image

Iklan

6 thoughts on “Whisk dan Serbet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s