Tiramisu Yang Tak Terlupakan

Abis shalat subuh ahad ini ngantuk banget karena hari sabtu kemaren habis kursus Korean butter cream di tangerang, ditambah malemnya harus buat kue untuk snack di KPM (Kelab Penulis Muda) Jakarta batch 5. Alhasil mata masih ngantuk dan rasanya mau nempel aja sama bantal, nggak lama akupun tenggelam dalam kasur.

Bangun jam 6 kurang 15menit. Seperti biasa mengecek HP apakah ada yang urgent dari pesan mereka. Karena ngerasa semua kerjaan untuk hari ini sudah selesai jadilah aku agak santai. Tinggal menyiapkan badan dan tenaga untuk jaga kelas. Aku mulai ngebaca satu persatu pesan yang terselip diantara tumpukan grup whatsapp, ternyata ada yang sangat mendesak. Salah satu pengurus kelas yang bertugas. Dia memberitahukan bahwa ada kamera tidak terbawa dan beberapa barang yang tertinggal. Inti dari percakapan adalah aku harus kembali ke kantor di daerah pejaten sebelum ke daerah Cawang. Akan memakan waktu setengah jam lebih lama dari perjalanan rumahku di cipulir menuju Cawang.

Perkiraan aku kalau tadi nggak ka kantor untuk ambil barang yang ketinggalan itu aku bisa sampai tepat waktu jam 8 suda sampai sana, karena meminimalisir keduluan sama peserta. Ternyata rencana aku buyar karena jam 8 aja aku baru sampe kantor.

Agak sebel sedikit sih, bukan karena nggak mau tapi karena bawaan aku yang banyak, motorku sudah penuh dengan barang. Spak board motor udah penuh sama aqua satu kardus ukuran 600ml ditambah 3 box ukuran 25×25 diatasnya. Dan masih ada satu kantong keresek yang berisi tripod, kamera, buku, workbook yang belum kebawa. Udah kebayang kalau kaki aku bakalan sedikit tersiksa. Akhirnya singkat cerita aku sama dia berangkat dari kantor menuju kelas di daerah Cawang.

Alhamdulillah jam 8:30 aku sudah sampai di Cawang dengan semangat. Segera kubereskan semua kerjaan. Mood aku pagi ini udah jelek. Ya tapi yang namanya kerja di dunia jasa harus tetap memberikan yang terbaik dengan kondisi dibalik layar sejelek apapun.

Seperti dugaan, sudah ada 3 peserta yang datang di awal. Aku telat. Duh nggak enak banget rasanya ke mereka. Aku berkali kali tarik nafas panjang dan istigfar, cara terampuh ngadepin mood yang jelek.

Lokasi kelas berlantai 2, sedari datang aku bolak balik ke atas dan bawah untuk mengecek pekerjaanku beres. Makanan sudah tersaji di meja, minuman sudah aku beri ke peserta dan waktu sudah akan dimulai 5 menit lagi. Aku menuju ke ruangan bawah untuk mengambil cangkir dan membuat kopi. Tetapi kekacauan hari minggu dimulai disini.

Mas Brili dateng nyamperin ke bawah, dia bilang kalau Ibu kepsek a.k.a Mba Sally nggak bisa jadi MC karena ada urusan mendesak lainnya, rendi nggak ada di kelas dan nggak ada orang selain aku. Mereka semua tau, aku paling malu kalau disuruh bicara didepan, apalagi kalau acara resmi gini. Aduh uda panas dingin duluan. But show must go on!  Mau nggak mau, siap nggak siap, less prepare aku harus mandu acara. Dengan sebisa mungkin aku coba. Ya namanya juga pemula, seadanya.

Jam 9:30 aku coba menenangkan hati dengan membuat kopi yang sempat tertunda tadi. Akhirnya aku duduk sambil menyimak materi dari Mas Oddie. Duduk dibelakang sambil minum kopi.

Belum berenti sampai disini. Rencana masih berjalan sesuai scenario Mas Brili. Pergantian mentor yang mengisi kelaspun masih aku yang mengawal. Udah KZL dan GMZ sama kejadian hari ini. Aku bilang sama temenku di grup tentang kebetean aku sedari pagi disini. Grup ini hanya 3org, aku, yoana, dan mba evi. Terlebih saat Sarah memuntahkan makanan yang dimakan dan itu di depan kelompok non fiksi.

Dalam kelas ini ada dua kelompok, fiksi dan non fiksi. Mas Brili mulai mengisi kelas. Jam sudah menunjukan pukul 11:55 tandanya waktu kelas akan segera selesai. Ada yang aneh. Seharusnya klasemen kelas sementara yang membacakan adalah MC atau KepSek tapi kali ini Mas Brili langsung yang memandu. Tapi aku berpikir bahwa Mas Brili hanya ingin membuat tugas MC ku menjadi ringan dan langsung penutupan kelas.

Saat aku masuk ke depan kelas untuk menutup tiba-tiba kelas hening, saat disini beberapa peserta mulai complain dengan performance ku. Ditambah Oma Rosita yang tadinya sangat ramah berubah seketika menjadi begitu galak, aku merasa sangat besalah kepada Oma. Mba Aria juga mulai mengeluarkan kata-kata pedas, mengkritik kue. Mas Joko, Mas Andrea dan Andri juga ikut marah. Sesekali aku mencoba tersenyum sambil mengucapkan maaf atas kesalahanku. Dan yang aku ingat hanya Koh Rio dan Karinda yang tidak marah.

Aku sedih karena dibilang membuat kue dengan tepung yang sudah tidak layak, makanan tidak enak. Aku sudah lemah didepan kelas, rasanya lemas, tanganku dingin, kaki bergetar, dan rasanya ingin jatuh. Air mata kusembunyikan jauh didalam kelopak mata.

Seketika mati lampu, aku berpikir listrik padam. Tapi ternyata nyanyian selamat ulang tahun berbunyi. Air mata pertahananku jebol. Aku balik badan dan menonjok tembok, sebel. Ternyata aku dikerjain karena ulang tahun.

Lebih Surprise nya adalah Yoana atau yoyo datang membawa Mama dan Adikku. Mama dateng sambil membawakan tiramissu untukku. Ah, semua perasaan campur aduk jadi satu. Gado-gado. Semua perasaan aku dapatkan hari ini.

Terima kasih Mas Brili yang niat banget bikin kejutan ulang tahun buat aku sampe h-7 acara udah buat rencana. Mateng banget rencananya. Bisa datengin semua orang yang aku sayang, dan sampe anak KPM Jakarta 5 dimintain tolong buat ngelancarin acara kejutan ini. Surprise banget deh.

Karena masih kebawa KZL, Mas Brili sampai aku pukul lengan kanan dan kirinya. Ahahaha, makasih ya Mas, Yo, Ka Sally, Said, Rendi, Mas Oddie dan semua keluarga kece KPM Jakarta 5. Kalian luar biasa..

5 april 4 5 April 5 5 aprl 3 Ap-t926Ld7f6ZIwHh_NM-rtfmgAtmixGxYmvx3eM1gbF An9QrDJ7q78pWndYUs0ZH-MrVtfecyfYmL8NV1j2NuD_ArS-00Tyz-zBPMhzMASvgLCR8fT-AUR3sjjMdqxINA4Y
5 aprl 4 AuWe3KDzzyercF7XZXefUF-ornQdnF9xg3XTdQX11MuC 5 april 3 5 april 1 ArS-00Tyz-zBPMhzMASvgLCR8fT-AUR3sjjMdqxINA4Y5 april 2

5 april 6 5

Iklan

6 thoughts on “Tiramisu Yang Tak Terlupakan

      1. Junita Finanty berkata:

        Met milad kalo gitu kak. Haha… sorry telat. Semoga segala hal dalam kehidupannya menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s