Mangkok Motif Bunga

Di ruang depan kamu masih duduk menungguku, aku masih di dapur membuatkan secangkir kopi kesukaanmu. Kamu datang dengan membawa sebuah bungkus berukuran sebesar 25x25x10. Duduk disofa bermotif bunga dominan dengan warna peach.

Sudah seminggu suamiku belum pulang karena ada dinas di luar kota. Putra memang bertugas dua minggu dan dua minggu di rumah. Hari ini dia baru saja selesai ku jemput dari badara Halim. Aku membawakan kopi ke arah nya dan menyapanya.

“Mas bungkusan itu buat adek?”
“Iya buat kamu dek, dibuka aja”. Sambil menyeruput kopi yang baru aku suguhkan.
“Mas kan aku ga lagi ulang tahun”. mengernyitkan kening sambil tersenyum kecil.
“Mas beliin karena inget sama adek” masih tanpa menatapku.
“aku buka ya Mas”. Segera kulepaskan semua bungkusan kontak itu secara perlahan.

Sambil aku membuka. Putra menceritakan kejadian beberapa waktu lalu tepat 1 hari setelah kita menikah. “Dek, kamu ingat nggak sama toko peralatan yang waktu itu kita lihat pas jalan di alun-alun?”. Membalas tatapannya “Iya ingat Mas, ada satu paket mangkok cantik bermotif bunga yang aku kasih liat itu kan?”.

Lesung pipinya terlihat jelas dan meneruskan percakapannya. “Sebelum Mas pulang, Mas sempetin kesana untuk beli mangkok ini buat adek. Dan ternyata tinggal satu-satunya de. Kata mba penjaga tokonya. Masih rezeki kamu dek, tanpa pikir panjang mas beli aja buat kamu dek”.

Tanpa banyak berkata-kata aku pindah duduk disebelahnya dan memeluknya.

“Besok, kita pakai ya mangkoknya. Kita buat kue bareng”.

AR
21:41 | 24/4/2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s