menuju pada cahaya

Ku selusuri lorong panjang tanpa lampu

Gelap, sunyi, lembab, sedikit basah

Sesekali terdengar suara jangkrik

Rasanya lorong ini tak berujung, hanya ada gadget ditangan.

Semakin melngkah ke depan

Semakin terlihat ada setitik cahaya di ujung jalan

Disinari oleh cahaya yang tembus dari balik lorong

Aku terus berjalan meraba-raba, tak ada kepastian di depan itu apa

Semakin berjalan lagi cahaya di ujung lorong makin jelas

Semakin mendekat semakin besar titik cahayanya

Tanda kehidupan mulai ada

Petanda cahaya itu akan terlihat

Hati sedikit lebih damai

Jantung tidak perlu lagi berdetak lebih cepat

Pirikan tidak perlu lari marathon

Dan nafas tidak perlu push up

Semakin mendekat ke arah cahaya semkin kencang suara bergetar

Semakin mendekat semakin jelas dari mana arahnya

Tanpa jeda, kutelusuri lorong panjang tanpa ragu

Ku dengar  denga ada suara yang sedikit berbisik

Entah darimana arahnya

Hai, mendekat padaku akan aku tunjukan padamu jalan yang terbaik

Jika kau ingin menggapai tujuanmu, maka ingat ini baik-baik.

Tuliskan apa yang sangat ingin kau gapai

Apa yang menghalangimu

Dan apa yang membantumu

***

Meraih kilat kilat kecil yang berubah menjadi petir kehidupan dalam dirimu.

@apriliahrahma

1/6/2015

Iklan

5 thoughts on “menuju pada cahaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s