Dia pendampingku

Semua lampu kamar telah padam, sedikit cahaya menerobos masuk lewat celah jendela kamar.

Suara itu cukup keras terdengar diseisi kamar, namun aku tak merasakan terganggu sedikitpun. Aku merasa bahwa ini adalah musik pengantar tidur. Kala aku tak dapat tidur lebih awal maka ini yang selalu menamani dimalam hari.

Sedikit cahaya itu mengarah kepada sudut hidung dan mata nya. Terlihat hidung nya yang sedikit naik daripada diriku (sedikit mancung dari hidungku). Dia begitu tampan walau sedang tidur, dia tidur dengan begitu lelapnya, kurasa banyak sekali yang dia kerjakan di luar sana sampai dia pun tak bercerita kepadaku.

Aku tahu kau begitu bekerja keras untukku dan anak kita yang sedang ada dalam perutku, kau tak ingin aku dan anak kita ini menderita, kau hanya ingin menjadi satu-satunya manusia tempat aku berlindung di dunia. Dan hanya yang terbaik inginmu untuk kami. Aku tahu itu sayang. Walau kadang ada perbedaan pendapat itu wajar, itu adalah cara kita belajar untuk memahami satu sama lain.

Malam ini saat aku menulis ada dia yang menjadi pengantar tulisanku. Dia yang menjagaku penuh dengan kasih sayang, dia yang memberi aku kekuatan, dialah yang senantiasa memberikan aku waktu lebih. Dialah pangeran surgaku.

Sebisa yang aku mampu, aku akan menjadi wanita surgamu dan juga bidadari dari titipanNya. Disini, mendampingimu untuk terus berjuang wahai Imamku.

Salam sayang dari Istrimu.

Karimah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s