Karena hidup itu untuk belajar

image

Aku menutup bulan ini dengan simpul senyum dipipi kanan dan kiri.

Bulan ini banyak sekali hal yang membuat kenangan manis dengan begitu banyak warna dan rasa. Indah warnanya bagaikan pelangi dan rasanya seperti manisan dan rujak, kadang manis, asam, sepet atau terlalu asin jika dtambah dengan garamnya.Ya begitulah hidup.

Kedewasaan dapat kita raih jika kita mau melihat masalah ataupun tantangan dari sudut pandang yang berbeda, bukan dari penyebabnya saja, atau dari mencari solusi dari satu jalan keluar, namun ada banyak cara tergantung dari sisi mana kita melihat. Ada saatnya dimana bercanda itu sangat menyenangkan dan ada kalanya serius itu memang harus diciptakan. Saat emosi sedang meluap, sebagai manusia wajar jika terbawa nafsu amarah, namun tetap itu pilihan lagi apa mau kita siasati dengan marah yang begitu menggebu atau mau dengan cara yang lebih dewasa.

Menjadi dewasa itulah pilihannya, saat sudah menginjak usai diatas dua puluh, diri ini merasa sudah dewasa, segalanya terasa dapat diselesaikan sendiri. Sayangnya sejatinya adalah makhluk sosial yang tak pernah luput dari bantuan oang lain. Tidak ada yang dapat kita selesaikan sendiri, tak satupun. Saat sudah menginjak dewasa ini kita banyak dihadapakan dengan banyak situasi yang pada akhirnya ada dua pilihan lagi, pertama kamu akan semakin dewasa dan kedua kamu akan sama ditempat atau malah kembali menjadi anak kecil. Itulah pilihan.

Sama halnya ketika sudah memutuskan untuk menikah saat usia muda, bukan perkara yang mudah untuk diputuskan dalam waktu dekat apalagi di usia muda. Sebagai remaja yang beranjak dewasa dan memutuskan untuk menikah muda ini adalah keyakinan yang begitu mantap, butuh petimbangan dan pemikiran yang jauh kedepan, karena menikah bukan hanya perkara saat ini, dan juga untuk masa depan serta di akhirat nanti.

Dalam sebuah proses belajar, di bangku kuliah ataupun di luar bangku kuliah, sejatinya inilah kehidupan yang di dalamnya kita harus terus belajar. Ingat dengan kalimat “Tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat.” Ini menandakan bahwa kita manusia ini wajib untuk terus belajar dari setiap aspek kehidupan. Sama halnya seperti kata “iqro” bacalah. Bacalah segala sesuatu yang ada di sekitar mu, yang tersirat maupun yang tersurat.

Karena sejatinya hidup adalah belajar.

 Pejaten,
20:00
AR

Iklan

One thought on “Karena hidup itu untuk belajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s