Bagai Adik dan Kakak.

Keluarga Ponorogo 1
Perjalanan memang selalu menarik untuk dibicarakan, terutama ketika pergi bersama orang yang di sayangi dan cintai. Alhamdulillah jumat lalu, 13 nopember bisa pergi ke kampung halaman ibu. Hanya pergi berdua bersama ibu.

Perjalanan kali ini sangat menarik, selain berkunjung ke rumah si Mbah ini juga melihat sejarah dari keluarga ibu. Maklum sudah sekitar tujuh tahun tidak main ke rumah Mbah yang berada di Kecamantan Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur.
Keluarga Ponorogo 2

Kami berdua pergi mengenakan transportasi kereta Brantas seharga 9
0.000 dan sudah aku pesan sejak dua bulan yang lalu. Perjalanan yang sangat ditunggu-tunggu, dapat berdua bersama ibu selama lima hari empat malam. We Time terlama kami berdua. Dan juga bahagia pastinya bisa bertemu si mbah, bu de, pak de, bu le, keponakan sepupu, sepupu dan keluarga di Ponorogo. Priceless.

Maklum anak gadisnya yang satu ini sangat susah untuk berada di rumah saat weekend, jika ada waktu pastinya itu pagi sebelum berangkat dan malam sebelum aku tidur. Itupun jika aku tidak pulang larut, dan menyempatkan untuk menceritakan ha yang sangat menark pada hari itu.

Yang menarik dari perjalanan ini adalah ketika dapat menikmati waktu bersama ibu berdua selama di perjalanan. Ini adalah waktu bersama yang paling lama aku bersama ibu. Kamu membicarakan banyak hal. Semacam curhat paling panjang, semuanya tertuang dalam perjalanan ini.

Aku sangat menyuskuri nikmat ini, karena beberapa banyak teman-teman yang bercerita tentang kerenggangan hubungan dengan orangtuanya. Sedangkan aku Allah mudahkan untuk dapat berbagi keluh kesah bahagia dan haru bersama ibu. Orang yang paling aku cinta dalam kehidupan ini, bukan hanya sekedar orang tua namun juga sebagai sahabat. Dan kebiasaan ini tidak hanya pada aku, tapi kedua adik ku pun sama. Kami kadang suka cerita bersama.

Dan memang dalam sebuah keluarga komunkasi itu sangat penting, terutama antara anak dan ibu. Ketka anak dapat dengan nyaman bercerita dengan ibunya, maka anak tidak akan mencar tempat cerita lain di luar rumahnya, karena cukup dengan kembali pulang dan bertemu keluarga hati menjadi tenang.

We Time

Pejaten, 15:06.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s