Merawat Impian Jauh Lebih Penting

Terlahir dari anak yang dibesarkan dari keluarga kekurangan membuat aku berpikir dua kali untuk bermimpi.

Aku ingat saat pertama kali bermimpi ketika aku kecil. Saat kecil dimana hayalan dengan indahnya dapat menari nari dipikiran. Menghiasi indahnya dunia fantasi. Menyenangkan.

Namun bukan berati saat aku dewasa dapat mudah bermimpi begitu saja. Saat aku sudah mengenal kehidupan dan aku berada di keluarga apa, aku disadarkan oleh keadaan. Bahwa impian bolehlah ada tapi aku harus melihat kenyataannya, aku bukanlah anak dari orang yang dapat meraih impian dengan mudahnya. Sakit memang jika saat bermimpi sudah sampai ke langit kedua aku harus turun lagi melihat sungai. Perih.

Sampai aku bertemu dengan lingkungan yang tepat. Dimana impian itu dapat dengan mudah berkembang biak, bertumbuh. Mulai dari yang kecil hingga menjadi “waw” menurutku. Bukan hal yang mudah untuk merubah pemikiran dan percaya mimpi itu akan mudah dicapai.

Aku ingat betul saat duduk di bangku smp aku ingin sekali bersekolah di sekolah jurusan Tata Boga, sayangnya niat itu aku urungkan karena mendengar banyak kabar dari tetangga dan sanak saudara yang rekannya melanjutkan disana sangat mahal biayanya. Apalah dayaku saat aku belum dapat mencari uang sendiri, saat dimana ibu harus menjadi single fighter. Tak mudah.

Aku tak pernah menghapus impian menjadi seorang anak yang pandai dan ahli di bidang memasak khususnya pastry. Saat ini dengan dukungan dari keluarga dan lingkungan yang tepat aku dapat perlahan membangun mimpi itu kembali. Perlahan mulai terwujud. Saat My Chocolate Story tercipta ada rasa bersyukur dan haru disana, seakan impianku terwujud satu persatu.

Dan impian kedua saat dilingkunganku sudah banyak yang mengeluarkan buku. Rasanya pun aku ingin sekali menulis buku namun balik lagi ke hal tadi, sedikit ada rasa tidak yakin akan dapat menyelesaikannya. Namun ketika naskah From Kelud With Love selesai rasanya pun bahagia sekali dan saat ini aku juga mengikuti mentoring menulis di kelas Bikin Buku Club untuk novelku yang kedua.

Ini sungguh membuat jantungku bergetar. Bersyukur dan bersyukur saat impian mulai tercapai satu persatu.

Karena merawat mimpi lebih penting daripada sekedar membuatnya.

Kampung Baru, 23:49

Iklan

2 thoughts on “Merawat Impian Jauh Lebih Penting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s